November 23, 2012

PAUD Berbasis Masjid

Penyelenggaraan program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berbasis mesjid kini menjadi salah satu program kerja sama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI). Bertempat di Gedung A Kemdikbud, Mendikbud Mohammad Nuh dan Ketua DMI Jusuf Kalla menandatangani Nota Kesepahaman tentang Penyelenggaraan Program PAUD di masjid-masjid di seluruh Indonesia. Penandatanganan berlangsung pada Selasa (20/11), disaksikan Direktur Jenderal PAUDNI Lydia Freyani Hawadi dan pejabat di lingkungan Kemdikbud, serta pengurus Dewan Masjid Indonesia.
Salah satu hal yang disepakati dalam nota kesepahaman tersebut adalah Kemdikbud akan memberikan pendampingan dan pengembangan mutu layanan PAUD kepada masjid-masjid yang berada di wilayah ibukota provinsi dan kabupaten/kota.
Jusuf Kalla mengatakan, jumlah masjid di Indonesia hampir 800 ribu termasuk musala dan surau. “Dengan PAUD di masjid berarti sejak awal anak ada di masjid maka jiwa keagamaan akan lebih baik. Mudah-mudahan dengan kerja sama ini akan meningkatkan modal pendidikan keagamaan dan keimanan anak-anak kita,” katanya.
Senada dengan JK, Menteri Nuh menuturkan, penyelenggaraan PAUD di tempat ibadah berkaitan dengan pembentukan karakter anak, terutama pengembangan ASK, yaitu Attitude, Skill, dan Knowledge (sikap, keterampilan, dan pengetahuan). “Kalau PAUD dilaksanakan di mesjid, gereja, atau pura, secara tidak langsung urusan attitude sudah terbentuk,” ujar Mendikbud yang berencana akan mengadakan program serupa dengan komunitas gereja dan pura.
Dalam program ini, tidak semua masjid akan digunakan untuk PAUD. Kriterianya, masjid memiliki halaman dan ada ruang yang bisa digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Kemudian Kemdikbud akan mengeluarkan izin pendidikan di lokasi itu, yang akan disiapkan dalam jangka waktu enam bulan. Kemdikbud juga akan melakukan pembinaan dan bimbingan kepada pendidik dan tenaga kependidikan PAUD, serta memberikan bantuan sarana berupa alat permainan. (DM)
Source: Kemdikbud.go.id

Ditulis Oleh : Muhammad Nur'alim Hari: 9:33 PM Kategori:

0 comments:

 

Nasehat Kesuksesan

Orang yang optimis akan melihat mawar dari bunganya yang indah, sedangkan orang pesimis melihat dari durinya yang sangat tajam lagi menyakitkan sehingga melupakan keindahannya.

Statistik

There was an error in this gadget