January 30, 2009

Jalani Hidup dengan Ikhlas



Hidup manusia sangatlah berwarna. Ada suka, duka, tangis, senyum, dan tawa. Semua harus dijalani selama hidup di dunia. Kebahagiaan, kesedihan, kekecewaan, pertemuan, perpisahan, dan kehilangan; itulah bumbu kehidupan. Tanpa itu semua, ibarat minum teh tanpa gula.
Di antara kita mungkin pernah mengalami kejadian di mana kita telah bekerja seoptimal mungkin di suatu instansi namun tempat kita bekerja namun tempat kita bekerja tidak memberikan imbal balik positif pada kita. Malah sebaliknya, kita dituntut bekerja lebih keras dan kalau tidak sesuai keinginan mereka, kita akan dipecat.
Mungkin bisa saja kita diuji dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan. Sedangkan kepala keluarga (suami) yang jadi tumpuan tidak bertanggung jawab alias tidak mau cari kerja dengan alasan trauma pernah di-PHK. Ironisnya, suami malah bermalas-malasan di rumah sedangkan istri yang banting tulang mencari nafkah.
Atau mungkin kita sebagai anak sulung laki-laki yatim yang dituntut mengganti peran ayah sebagai kepala keluarga dan merawat ibu yang janda. Ditambah lagi kalau sudah nikah, kita harus mengatur 2 keluarga, yaitu keluarga sendiri dan kewajiban merawat ibu. Belum lagi ternyata istri kita rewelnya minta ampun dan tidak mau peduli dengan ibu kita. Kondisi ini sangat dilematis dan kalau salah menyikapi maka bisa jadi bumerang untuk kita.
Saudaraku,
Dari contoh di atas, salah satunya pernah kita alami. Kondisi di atas bisa membuat kita stress, betul tidak ?
Saudaraku,
Kita sebagai manusia boleh berencana dan menyusun strategi untuk meraih impian kita. Namun perlu kita ingat, boleh jadi rencana yang kita susun baik menurut kita tapi belum tentu baik menurut Allah Swt. Begitu sebaliknya, apa yang menimpa kita mungkin tidak baik menurut kita tapi bisa saja itu baik menurut Allah Swt. Ketika kita ditimpa ujian, kita mengeluh. Namun jika kita mau berpikir, sebenarnya ujian itu jalan yang ditunjukkan Allah Swt. untuk meraih kebahagiaan sejati.
Saudaraku,
Renungkanlah nasihat dari seorang sahabat berikut ini :
“ Ketika aku minta pada Allah setangkai bunga segar, Dia beri aku kaktus berduri. Aku pun minta pada-Nya binatang mungil nan cantik, Dia beri aku ulat berbulu. Aku sempat sedih, protes, dan kecewa…betapa tidak adilnya ini. Tapi kemudian…kaktus itu berbunga, indah sekali..dan ulat itu pun tumbuh dan berubah menjadi kupu-kupu yang amat cantik. Itulah jalan Allah, indah pada waktunya !! Allah tidak memberi apa yang kita harapkan tapi Dia memberi apa yang kita perlukan. Kadang kita sedih, kecewa, dan terluka tapi..jauh di atas segalanya, Dia sedang merajut yang terbaik bagi kehidupan kita…Subhanallah…”
Saudaraku,
Tak semua yang kita impikan akan terwujud, tak semua harapan jadi nyata bahkan bisa jadi harapan kita jauh dari kenyataan. Hanya dengan ikhlas pada ketentuan Allah yang akan membuat hidup kita bahagia dalam menjalani episode hidup kita.
Saudaraku,
Kebahagiaan akan datang pada waktunya, semua telah diatur oleh Sang Sutradara Kehidupan, yaitu Allah ‘azza wa jalla. Kita adalah pemain dalam episode hidup kita sedangkan Allah adalah Sang Sutradara yang Maha Hebat, Pengatur episode hidup kita. Wallahu a’lam.

Ditulis Oleh : EDUKARIMA CENTER Hari: 7:53 AM Kategori:

0 comments:

 

Nasehat Kesuksesan

Orang yang optimis akan melihat mawar dari bunganya yang indah, sedangkan orang pesimis melihat dari durinya yang sangat tajam lagi menyakitkan sehingga melupakan keindahannya.

Statistik

There was an error in this gadget